Ini Cara Mengisi Sensus Penduduk 2020 Secara Online

Ini Cara Mengisi Sensus Penduduk 2020 Secara Online



Digitalisasi Anda memerlukan Badan Pusat Statistik (BPS) berinovasi dalam melakukan sensus kependudukan. Kali pertama dalam sejarah, hajatan 10 tahunan BPS dilakukan secara online.
Masa sensus penduduk online diselenggarakan sejak 15 Februari hingga 31 Maret pukul 23.59 WIB. Pencacahan online ini dilakukan secara mandiri dengan mengakses situs web sensus.bps.go.id.
Dalam pelaksanaannya, sensor penduduk online ini dapat dilakukan di mana saja sepanjang terkoneksi dengan internet. Sensus data pengisian hanya membutuhkan nomor induk kependudukan (NIK) kemudian nomor Kartu Keluarga (KK).
Dua nomor identitas ini dibuat untuk membuat kata sand (kata sandi) yang bisa dipakai atau seluruh anggota keluarga yang ada di dalam kartu keluarga.
"Kata sandi bisa digunakan atau semua NIK yang ada di KK tersebut," kata Sekretaris Utama BPS Adi Lumaksono di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Sabtu, (15/2).
Setelah mendapatkan kata sand, pengguna bisa mengisi 22 pertanyaan yang telah disediakan. Pertanyan yang diberican memisahkan hal-hal umum.
Memang ada pertanyaan tentang perumahan. Misalnya status kepemilikan rumah. Ini dilakukan mengikuti panduan sensus yang dikeluarkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Tapi Adi menjawab pertanyaan yang dibuat tidak membebani masyarakat. Hanya butuh waktu lima menit untuk menjawab semua pertanyaan.
Sebab, pertanyaan sengaja dibuat tertutup sehingga memudahkan masyarakat dalam proses pengisian. "Isinya juga lebih banyak pilihan yang tinggal klik," kata dia.
Setiap NIK dalam 1 KK hanya memiliki 2 kali kesempatan mengisi sensus penduduk. Jika ada keraguan dalam proses pengisian, maka dapat melakukan pembaharuan (pembaruan) dengan NIK yang berbeda di KK yang sama.
Sensus Tetap Didatangi Petugas
Keluarga yang telah melakukan sensus populasi online tidak akan didatangi petugas sensus untuk data. Sebab, sensus penduduk manual akan tetap dilakukan untuk mendata penduduk yang tidak dilakukan sensus online.
"Bagi merka yang tidak bisa mengakses dengan alasan berbagai hal, nanti baru bulan july akan didatangi petugas," Adi Meanangkan.
Hasil ujicoba BPS sensus penduduk online bisa mengepel data 23 persen selarih penduduk Indonesia sat ini. Diperkirakan pengisian sensus online akan banyak dilakukan penduduk di pulau Jawa dan kota-kota besar lainnya.
Maka, upaya sosialisasi pun terus dilakukan. BPS menggandeng hampir tidak milenial dana generasi Z sebagai agen sosialisasi. Apalagi, sensus penduduk online bisa dilakukan siapa saja yang bisa mengakses internet.
Cara lainnya, BPS menggandeng ke khalayak umum Didi Kempot dan pemuka agama seperti KH. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym. Sebab dua tokoh ini dirasa memiliki basis massa yang bisa membantu BPS membumikan sensus penduduk online.
"Kita ajak mereka untuk memberikan komentarnya tentang Sensus Penduduk online," kata Adi.
Tak hanya itu, sosialisasi juga telah dilakukan secara longitudinal oleh Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan. Terkait diberbagai iklan layanan masyarakat.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *