Ini Hukuman PNS Bila Nekat Nyinyir di Medsos!

Ini Hukuman PNS Bila Nekat Nyinyir di Medsos!



Jakarta – Pidato kebencian alias hate speech lebih mudah menyebar di tengah kemajuan teknologi informasi. Dengan mudah, banyak orang mengunggah pidato kebencian di media sosial mereka.
Namun bagi aparatur sipil negara, kehati-hatian dalam menggunakan media sosial harus sangat diperhatikan. Sebab, beragam hukuman menunggu ASN yang sengaja menyebarkan pidato kebencian melalui media sosial.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan mengatakan hukuman ringan berupa teguran terhadap pemecatan paling parah yang ditunggu ASN yang melakukan ujaran kebencian.
"Jadi menurut PP 53 tahun 2010 itu adalah hukuman disiplin bagi ASN, kelembutannya adalah teguran verbal dan tertulis, atau pernyataan tidak puas. Dapat terus meningkat hingga menengah dan berat katakanlah keterlambatan promosi setahun yang lalu menunda kenaikan gaji berkala untuk ASN Setahun, "kata Ridwan kepada detik, Senin (14/10/2019).
"Yang paling sulit adalah pemecatan dengan hormat karena tidak memiliki permintaan sendiri dan pemecatan tanpa rasa hormat atas permintaan sendiri," tambahnya.
Ridwan juga menambahkan bahwa sejak tahun lalu BKN telah mengeluarkan Surat Edaran untuk Pejabat Staf ASN (PPK) untuk mengingatkan bawahan mereka agar tidak menggunakan pidato kebencian.
"Pada 31 Mei 2018, Kepala BKN mengeluarkan surat edaran kepada PPK. Berdasarkan surat edaran pedoman ASN yang melanggar hal-hal di atas dilakukan oleh PPK sebagaimana diamanatkan oleh UU ASN," kata Ridwan.
Bahkan mereka yang ingin melaporkan ASN yang melakukan pidato kebencian dapat langsung pergi ke kantor PPK, misalnya mereka yang ingin dilaporkan oleh pegawai Pemerintah Provinsi kemudian diarahkan untuk melapor ke kantor pemerintah provinsi mereka.
"Jika Anda ingin melaporkan, silakan pergi ke Petugas Kepegawaian, misalnya bupati, walikota, gubernur. Biasanya mereka memiliki saluran sendiri untuk laporan pelayan, semacam report.go.id," kata Ridwan.
sumber: detik.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *